Idul Adha 1439 H Dihadiri Oleh Mantan Wakil Presiden ke-6 RI Jenderal (Purn.) Try Sutrisno

Foto : Dr. KH. A. Saepudin, M.Ag Pimpinan Ponpes Al-Zatami (kiri) bersama Jenderal (Purn.) Try Sutrisno Mantan Wakil Presiden RI ke-6 (kanan) berfoto bersama seusai musafahah.

Bandung – Pelaksanaan salat Idul Adha di Mesjid Babul Haqq SMA Terpadu Krida Nusantara Cibiru, Bandung (Rabu, 22 Agustus 2018). Khutbah yang disampaikan oleh pimpinan pesantren Al-Zatami dihadapan ratusan siswa/taruna Krida Nusantara berjalan hidmat. Rangkaian salat Idul Adha ini dihadiri juga oleh Jenderal (Purn.) Try Sutrisno beserta istri selaku Ketua Yayasan Krida Nusantara.
Dalam khutbahnya, pak kiyai menyampaikan bahwa pada saat Idul Adha terdapat dua momen penting. Momen pertama adalah pelaksanaan ibadah haji. Ibadah haji adalah saat yang paling baik untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Kunci ibadah haji adalah Arafah. Arafah adalah miniatur dari mahsyar yaitu tempat berkumpulnya jutaan manusia untuk mempertanggungjawabkan seluruh amal. Modal utama ibadah haji adalah taqwa, karena hanya ketaqwaan yang dapat menyelamatkan manusia kelak di yaumil hisab.
Momen kedua adalah pelaksanaan ibadah qurban. Peristiwa qurban ini telah dicontohkan oleh nabi Ibrahim AS., bahkan jauh sebelum itu telah dilakukan oleh Qabil dan Habil putra Adam AS. Allah berfirman dalam al-Quran surat al-Maidah ayat 27 “Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “aku pasti membunuhmu!”. Habil berkata: ”Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa.“ Tradisi kurban ini berlangsung terus-menerus sampai kepada umat Muhammad SAW. Bahkan kakek nabi Abdul Mutalib mengorbankan anaknya Abdullah dan diganti dengan 300 ekor unta.
Hakikat ibadah kurban sejatinya adalah: Pertama, perintah untuk mengikuti syariat nabi Ibrahim as. sebagai bapak para nabi dan rasul. Nabi Ibrahim as. diuji oleh Allah untuk menyembelih putranya yaitu Ismail yang akhirnya diganti dengan seekor kibas. Kedua, perintah untuk mencontoh dan meneladani keluhuran pribadi keluarga Ibrahim as. Ketiga, perintah untuk berbagi kepada sesama manusia lainnya. 
Setelah khutbah selesai, kemudian dilanjutkan dengan acara bermusafahah.



foto bersama dengan beberapa santri ponpes Al-Zatami



Author : Luthfi Anwar Mahbubi

Bagikan

Jangan lewatkan

Idul Adha 1439 H Dihadiri Oleh Mantan Wakil Presiden ke-6 RI Jenderal (Purn.) Try Sutrisno
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.